Segumpal Daging



Segumpal Daging yang Menentukan
 
Apapun keadaan seseorang, selagi jantungnya masih berdetak, dia masih disifati sebagai orang yang hidup. Tapi walaupun seseorang bibirnya menyunging senyum atau mungkin matanya terbelalak tanda penuh ketakjuban, tapi jika jantungnya berhenti berdetak, maka dia akan disifati sebagai orang yang mati. Berdetaknya jantung, sejauh ini dijadikan tanda adanya kehidupan. Awal berdetaknya jantung, adalah tanda awal kehidupan. Demikian juga saat detak jantung berakhir, menandai juga akhir jalan kehidupan manusia di dunia. Berdetaknya segumpal daging yang tersimpan tersembunyi di dalam rongga dada ini menentukan betul kehidupan ummat manusia.
Kali ini akan kita telaah bersama betapa keagungan Alloh Subhanahu wa ta’ala telah berjalan dengan sangat menakjubkan dibalik denyut demi denyut detak jantung kita, Insya Alloh.

Islam Eropa

Hanya Islam Yang Berkembang Di Inggris dan Eropa
Walau propaganda anti Islam digemborkan dengan sistematis, namun faktanya masyarakat Inggris dan Eropa pada umumnya justru berduyun-duyun memeluk Islam. Mereka menemukan kehidupan yang indah dan bermakna di dalam Islam., Jauh dari kesan seram penuh teror seperti yang dikampayekan para agen Yahudi. 
Sebuah survei yang dilakukan oleh para peneliti pada Universitas Lancaster baru-baru ini mengungkapkan, hanya 42 persen dari total populasi masyarakat Inggris yang masih menganut Kristen dengan status dominan persekutuan anglikan. Sedangkan, 46 persen masyarakat Inggris kini menganut ateis atau tidak bertuhan.

Rahasia Nyamuk

 

UNTUK APA  
NYAMUK DICIPTAKAN?

Hampir dapat dipastikan semua orang pernah digigit nyamuk. Sejak zaman dahulu hewan mungil ini telah mencatat prestasi gemilang sebagai “pengganggu manusia”. Hewan inilah yang diriwayatkan sebagai pelaku utama sebab remuknya tempurung kepala Raja Namrud zaman Nabi Ibrahimu. Hewan jenis serangga ini pula yang dituduh bertanggung jawab atas kematian ribuan manusia di seantero dunia akibat malaria. Hewan ini pula yang menjadi tersangka utama penyebab merebaknya “wabah nasional” di berbagai negara, yaitu demam berdarah.
Inilah hewan yang walau matanya rabun, tapi sepak terjangnya telah menggegerkan manusia. Sehingga beberapa negara menyatakan “perang besar-besaran” terhadap hewan ini. Dengan menurunkan sejumlah menteri yang menjadi panglima perangnya, mereka mengadakan perlawanan habis-habisan terhadap nyamuk. Bagai perangnya si raksasa versus liliput.